perempuan TERpilih

100_6272 Nona mengguman lirih, "aku bukan perempuan terpilih". Angannya jatuh kepada perempuan-perempuan disekitarnya yang masing-masing sudah punya kekasih. Sari teman karibnya, walau bertubuh gendut tapi berwajah lumayan manis, sudah menikah dengan laki-laki yang dicintainya, dan sekarang sudah mempunyai anak sepasang. Yang laki-laki mirip Sari sedang yang perempuan mirip ayahnya. Nona teringat Trisna yang walau tomboy seperti laki-laki, toh dia juga bisa menikah dengan laki-laki yang diinginkannya dan sekarang sudah mempunyai seorang jagoan yang sangat tampan. Belum lagi Idesa, walau punya wajah biasa saja dan suami juga berwajah pas-pasan mereka tetap menikah dan sekarang hidup kaya dengan satu putri cantik mereka yang baru 3 bulan ini menemani mereka. Belum lagi ipar-iparku yang banyak dan kesemua mereka tidak ada yang dalam kategori cantik, tapi tetap saja mereka terpilih untuk menikah dan menjadi pemdamping laki-laki tampan. Dan lihat disekeling begitu semua yang terlihat, perempuan-perempuan dengan masing-masing laki-laki yang sudah memilih mereka. "Dan aku?", Nona mendesah perih, "tak satupun yang memilihku..".

Teringat saat Nona memergoki Yanti berduaan dengan laki-laki bule asal Italia di kamar Yanti, kamar tempat dia nginap di penginapan kakak Nona. Yanti perempuan yang dipilih temannya Franco, laki-laki asal Italia yang memang sudah berumur untuk dijadikan pendamping hidupnya, Yanti yang dipercaya Franco untuk merawat dia dan anak -anak mereka kelak. Yanti dengan laki-laki selingkuhannya habis dimarahi oleh Nona. "Mau kamu apa sebenarnya Yan?", aku berteriak marah waktu itu ke Yanti. "Ngapain  kamu bawa laki-laki yang bukan suamimu ke kamrmu?" "I told you before that she already merried", ganti Roberto laki-laki botak selingkuhan Yanti kena damprat Nona. "Kami tidak melakukan apa-apa", elak Yanti dan Roberto. "Dont lie, i now you sleep here last nite", jerit Yanti marah besar. "We not do anything, i have girlfriend in Italie", si botak membela diri. "I dont care, how if your wife do llike this?", Nona masih tetap berang. Selanjutnya Nona tidak mau mengingatnya lagi. Nona ingat perempuan bernama Andini, perempuan yang dipilih laki-laki yang dikenal dia tanpa sengaja, yang laki-laki itu Nona bersimpati padanya karna dia begitu angkuh terhadap perempuan-perempuan yang mencoba menarik perhatiannya. Laki-laki yang tak mau membagi perasaannya kepada banyak perempuan. Tapi apa yang terjadi, laki-laki yang bernama Mursanadi, yang dikagumi Nona secara diam-diam itu ternyata menjatuhkan pilihannya pada perempuan yang seperti.."pelacur mana tu?" itu yang keluar dari bibir Desy saat melihat photo-photo Andini yang sengaja dipublikasikan Andini di salah satu website yang banyak dikunjungi anak muda di Asia Tenggara. Mungkin itu yang dilihat Mursanadi dari perempuan itu, gayanya yang seperti artis dan ha-hal lain yang tidak diketahui oleh Nona. Nona salah menafsirkan pribadi Mursanadi. Mursanadi bukanlah pribadi sederhana seperti yang ditebak Nona.

Yang jelas, perempuan-perempuan terpilih itu sudahlah tentu lebih baik dari Nona. Mereka telah dipilih dan dipercaya untuk mendampingi laki-laki. Nona memilah-milah tiap ujung tubuhnya, memilah-milah tiap lembar jiwanya. "Tak satupun yang yang bisa menjual, hihi..", guman Nona geli sendiri

Kembali Nona mematut-matutkan ujung dagunya ke dengkul kurusnya. Apa yang bisa menjual dariku? Baik enggak, karna aku sering marah kalau bicara dengan kakakku (abis dia gila duit). Aku ingin semua dilakukan dengan benar dan tanpa kebohongan tapi kebanyakan dari laki-laki tidak begitu menyukai hal itu. Aku menyukai kepolosan di setiap polesan wajahku sementara kaum adam itu lebih menginginkan tampilan bidadari yang berdiri di depannya. Aku sangat memuliakan kelembutan di setiap hela nafas yang kukeluarkan dan disetiap sentuhan yang kuberikan, namun mahluk yang dikenal dengan sebutan umum pria itu tak terlalu menomorsatukan hal itu. Aku sangat mengangungkan kemurnian tubuh dan asaku dan lagi laki-laki tidak melihat itu. Lantas apa yang akan membuat mereka memalingkan wajahnya ke arahku?

Kini Sari dan suaminya kudengar lagi dalam situasi yang genting. Mereka sering betengkar. Gara-garanya perbedaan visi juga perbedaan karakter dari sifat maupun lingkungan yang membesarkan keduanya. Trisna, anaknya yang tampan selalu dimarah dan dipukuli olehnya kalau bocah tampan itu menyeraki apa yang sudah ditata mamanya. Bocah itu kurus, alasan mamanya faktor turunan. Dulu dia juga kurus, tapi setelah gede bisa sintal juga. Yang aku lihat Trisna tidak pernah masak untuk anak dan suaminya. Bocah tampan itu tidak diberi asi karna memang air susu Trisna tidak keluar, tapi makanannya juga kulihat tidak baik. Suami Trisna dan Trisna juga sering betengkar dan tak jarang mereka main fisik. Suaminya bekerja sebagai alat negara. Trisna sulung dari tiga bersaudara.

Lembar ingatan berikutnya Nona singgah ke salah satu teman jauhnya, Mayfira dan Masanah. Mayfira dan Masanah gadis muda duapuluhan tahun, dan diusia semuda itu mereka .. kenal gemerlapnya dunia malam, bebasnya hubungan lawan jenis.

Leave a Reply